Kamis, 05 Juni 2014

Pokok bahasan rancangan usaha penelitian

BAB 1
LATAR BELAKANG

1.1  Latar Belakang
Rancangan atau desain penelitian dalam arti sempit dimaknai sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data penelitian. Dalam arti luas rancangan penelitian meliputi proses perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Pada dasarnya rancangan penelitian merupakan “blueprint” yang menjelaskan setiap prosedur penelitian mulai dari tujuan penelitian sampai dengan analisis data. Oleh karena itu peneliti harus jelas dan baik untuk membuat rancangan penelitian. Didalam rancangan usaha penelitian terdapat guna-guna rancangan usulan dalam penelitian, bentuk dan isi usulan penelitian. Didalam pembahasan dan penulisan ini akan membahas tentang guna rancangan usulan penelitian, bentuk dan isi usulan penelitian.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan guna rancangan usulan dalam penelitian?
2.      Sebutkan bentuk dan isi dari usulan penelitian ?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui guna rancangan usulan dalam penelitian.
2.      Mengetahui bentuk-bentuk dalam penelitian dan isi dari usulan penelitian


BAB 2
LANDASAN TEORI


2.1  Guna rancangan usulan penelitian
   Guna rancangan usulan penelitian memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalammelakukan penelitiannya, menentukan batas – Batas Penelitian yang berkaitan dengan tujuan Penelitian dengan perumusan Tujuan Penelitian yang jelas, maka dapat disusun suatu rancangan Penelitian yang menentukan batas-batas penelitian, sehingga peneliti dapat memusatkan perhatian dan  ke tujuan yang lebih efektif.Memberikan Gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan peneliti. Dengan demikian, dapat dipikirkan cara – cara mengatasi kesulitan – kesulitan tersebut terlebih dahulu.
Jadi Rancangan usulan penelitian  merupakan suatu hasil dari penelitian yang diteliti yang dirancang dari langkah awal sampai dengan proses penyusunan penelitian. Rancangan usaha penelitian yang menjelaskan tentang pokok permasalahan yang di teliti, teori, dan konsep serta data yang digunakan untuk melakukan penelitian. Rancangan usaha penelitian ini dilakukan untuk melatih kemandirian seseorang dalam membuat suatu rancangan penelitian.
     Berisi tengtang penjelasan mengapa masalah yang dikemukan dalam judul dianggap menarik, penting, dan perlu di teliti :
-          Skripsi
-          Makalah untuk seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
-          Karangan ilmiah
-          Tesis magister/disertasi doctor
-          Laporan proyek

   2.2 Bentuk dan isi usulan penelitian
 Rancangan usulan penelitian untuk disertasi sekurang-kurangnya memuat unsur-unsur pokok sebagai berikut :
1.  Bagian Awal
      a.   Judul penelitian yang direncanakan akan dilakukan.
Ditulis dengan huruf capital  judul harus “ekspressif”, singkat tetapi informatif, yaitu menunjukkan dengan tepat masalah yang akan diteliti, dibawah judul ditulis kalimat “rancangan usulan penelitian untuk…. (skripsi, tesis, laporan dll)
b.      Identitas penyusun rancangan
Didahului dengan kata oleh lalu ditulis nama peneliti atau identitas lainyya yang dianggap penting
c.       Tanggal pengajuan rancangan.
Didahului dengan kalimat “diajukan kepada…. Pada tanggal ….

2.   Bagian Utama
Bagian utama meliputi :
a.          Perumusan masalah .
Berisi tengtang penjelasan mengapa masalah yang dikemukan dalam judul dianggap menarik, penting, dan perlu di teliti. Dalam perumusan masalah perlu bukti bahwa masalah itu belum ada jawabannya atau pemecahannya(yang memuaskan) dalam perumusan masalah juga dikemukakan konteks masalah itu dengan permasalahan lain. Unsur pokok perumusan masalah ini sekurang-kurangnya harus memuat hal-hal sebagai berikut :
- Penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam rancangan usulan penelitianuntuk disertasi itu dipandang menarik, penting dan perlu diteliti.
      - Beberapa bukti bahwa masalah tersebut belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan.
    -  Letak masalah yang akan diteliti itu dalam konteks permasalahan yang lebih besar.

b.    Tujuan dan kegunaan penelitian.
Secara eksklusif dan spesifik harus diseebutkan maksud dan tujuan penelitian, kegunaan dan arti pentingnya hasil penelitian yang diharapkan.

c.    Kerangka pemikiran teoritis.
Dalam bagian ini dikemukakan tentang garis-garis besar pemikiran teoritis sedemikian sehingga jelas “pokok permasalahannya”.kerangka pemikiran yang logis itu dapat pula disusun berdasarkan hasil observasi lapangan atau dari pertemuan ilmiah.

d.   Hipotesis kerja
Tidak semua penelitian memiliki hipotesis tetapi jika penelitian itu ada hipotesis, maka hipotesis harus dirumuskan dengan tepat, singkat, jelas dalam kalimat berita atau “kalimat deklaratif”.

e.    Metode penelitian.
Dalam metode penelitian disebutkan beberapa maslah, yaitu:
- Penentuan subjek penelitian, penentuan sampel yang akan dugunakan, penentuan sampling design yang akan dipakai, dan teknik pengambilan sampel.
-  Metode pengumpulan data, alat pengukuran, dan cara pengukuran semuannya ditulis secara jelas
- Bahan yang akan dipakai (bahan kimia, obat-obatan dan sebagainya) perlu disebutkan spesipikasinya dan pabrik yang mengeluarkan jika ada, bila bahan berupa hewan disebutkan ras  jenisnya dan asalnya dan sedemikian juga jika bahannya adalah tumbuhan
- Dalam bagian ini perlu disebutkan alat perlengkapan untuk laboratoeium atau untuk lapangan yang aka dipakai
-  Teknik atau model analisis (statistic) yang akan dipakai dan perlu dijelaskan mengapa memakai metode statistik tersebut
-  Jika perlu disertakan rancangan untuk menerima atau menolak hipotesis dengan menggunakan hipotesis nihil


f. Jadwal penelitian.
Dalam bagian ini perlu pertimbangan kelayakannya, jadwal penelitian perlu dibagi-bagi berdasarkan tahap-tahap penelitian (hari, minggu, dan bulan) Jadwal penelitian dibuat secara cermat, dengan mempertimbangkan kelayakannya. Jadwal penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut:

·         Tahap-tahap penelitian yang akan dilakukan.
·         Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan masing-masing tahap, dinyatakan dalam satuan bulan.
·         Rincian kegiatan untuk tahap masing-masing.


3.   Bagian Akhir 
a. Daftar pustaka
Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan penelitian. Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti disebutkan dibawah ini :
Untuk buku :
1.   Nama penulis
2.   Untuk jurnal :
3.   Untuk sumber pustaka lain dapat digunakan pedoman yang lazim.
4.   Cara menulis pustaka dan artikel sesuai ketentuan yang berlaku.
ü       Tahun penerbitan
ü       Judul buku
ü        editor
ü       jilid ke-
ü        nama penerbit
ü      Tempat penerbitan.
ü        halaman

BAB 3
PENUTUP

Didalam hasil penulisan ini pembahasan dari pokok bahasan rancangan usaha penelitian adalah terdapat guna rancangan dalam usulan untuk membuat penelitian dan juka bentuk dan isi dari usulan-usulan penelitian untuk menambah informasi para peneliti untuk membuat suatu Penulisan Ilmiah, Skripsi, Tesis, Makalah untuk seminar, simposium, Laporan ilmiah untuk suatu pekerjaan.

Sumber :




soal dan jawaban :
1.       Guna rancangan usulan penelitian sangat berguna untuk....
a.       Peneliti/penulis*
b.      Investor
c.        Media informasi
d.      Pengusaha

2.       Hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti dibawah ini,kecuali...
a.       Nama penulis*
b.      Keterangan
c.       Identitas penulis
d.      Tanggal penerbit
3.       Tujuan dan kegunaan penelitian adalah....
a.       Untuk sumber pustaka lain dapat digunakan pedoman yang lazim
b.      Secara eksklusif dan spesifik harus disebutkan maksud dan tujuan penelitian, kegunaan dan arti pentingnya hasil penelitian yang diharapkan.*
c.       Berisi tengtang penjelasan mengapa masalah yang dikemukan dalam judul dianggap menarik, penting, dan perlu di teliti
d.      Untuk mengetahui tentang apa yang diteliti oleh penulis.
4.       Berisi tengtang penjelasan mengapa masalah yang dikemukan dalam judul dianggap menarik, penting, dan perlu di teliti, kecuali...
a.       Skripsi
b.       Makalah untuk seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
c.        Karangan ilmiah
d.      Berita*
5.        Bagian Awal dari bentuk dan isi usulan penelitian adalah...
a.       Identitas penyusun rancangan*
b.      Jadwal penelitian.
c.       Perumusan masalah

d.      Latar belakang

pokok bahasan laporan ilmiah

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Laporan adalah suatu sarana penyampaian informasi yang berupa pengetahuan atau gagasan dari seseorang, dalam laporan terbagi menjadi dua bentuk yaitu bentuk tulisan dan lisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu. Laporan yang akan di bahas di penulisan ini adalah unsur-unsur kerangka laporan dan manfaat laporan penelitian, untuk mengetahui dan memperdalam cara pembuatan suatu laporan ilmiah yang baik dan benar.

1.2   Rumusan Masalah
1.       Apa saja unsur-unsur kerangka laporan ilmiah?
2.       Apa saja manfaat laporan penelitian?

1.3   Tujuan
1.       Untuk mengetahui apa saja unsur-unsur kerangka laporan.
2.       Mengetahui manfaat-manfaat dari laporan penelitian.


BAB 2
LANDASAN TEORI


2.1   Unsur-unsur kerangka laporan
Kerangka Laporan ilmiah umumnya terdiri dari unsur - unsur sebagai berikut :
a.       Halaman Judul, biasanya terdiri dari 3 atau 4 bagian yang disusun dari atas kebawah sebagai berikut :
1.       judul laporan terdiri terutama subjek, atau didahului dengan ' Laporan tentang' , 'Laporan Kemajuan tentang','Laporan Tahunan tentang','Penelitian tentang' dan sebagainya. Judul laporan berbeda dari judul buku.

contoh judul laporan :
Laporan tentang
STRATEGI PEMASARAN YANG DILAKUKAN PT MITRA 10
di daerah
DEPOK

2.         Nama dan identitas penerima laporan
 Unsur ini tidak selalu ditulis. Jika ditulis, maka sebelumnya didahului dengan kata-kata 'Diserahkan kepada'. Jika penerima laporan memiliki kedudukan resmi, tulislah kedudukan itu. Contoh :

Diserahkan kepada
Prof.Dr. Satrio Putro, Direktur
Perencanaan Lingkungan Hidup

3.       Nama dan identitas penulis
Sebelum nama penulis biasanya didahului dengan perkataan 'Oleh' dan diikuti oleh gelar. Contoh:
 Oleh
Purnawarman
Insinyur Konsultan

dan

Priambudi Laksono
Insinyur Perencana

4.        Tempat dan tanggal
Dibagian bawah halaman ditulis tempat dan tanggal dalam 2 baris terpisah, contoh :

Mataram, N.T.B
20 Maret 1999

contoh hasil laporan yang disatukan :

Laporan tentang

STRATEGI PEMASARAN YANG DILAKUKAN PT MITRA 10
di daerah
DEPOK


Diserahkan kepada
Prof.Dr. Satrio Putro, Direktur
Perencanaan Lingkungan Hidup
di Jakarta




Oleh
Purnawarman
Insinyur Konsultan

dan

Priambudi Laksono
Insinyur Perencana

Mataram, N.T.B. 20 Maret 1999
Sumber : Penulisan Karangan Ilmiah, D.Brotowidjoyo, Mukayat, Juni,2010, Akademi Pressindo

b. Daftar Isi.
c. Prakata.
d. Pendahuluan.
e. Teks Pokok dalam Tubuh Karangan.
f. Pengutipan.
g. Referensi.
h. Catatan Kaki.
i. Tabel,Grafik,Bagan,dan Gambar.
j. Bibliografi.
k. Lampiran.
l. Indeks.


 2.2 MANFAAT PENYUSUNAN LAPORAN

Peneliti haruslah menyusun laporan hasil penelitian dengan sebaik-baiknya. Laporan penelitian akan bermanfaat khususnya bagi pihak-pihak sebagai berikut :



1.      PENELITI
Manfaat penyusunan laporan penelitian bagi peneliti adalah :

·         Merupakan bukti bahwa peneliti telah menemukan sesuatu.
·         Untuk menunjukkan hasil temuannya agar dikenal oleh banyak pihak (ilmuwan, pemerintah serta masyarakat).
·         Membuat hasil penelitian menjadi lebih bermakna.

2.      PARA ILMUWAN
Dengan penemuan melalui penelitian, khasanah ilmu pengetahuan akan bertambah luas. Penambahan ilmu berarti bertambah pula tempat berpijak bagi mereka dalam mengembangkan pengetahuan lebih lanjut.

3.      PEMERINTAH, BIROKRAT DAN PENGAMBIL KEBIJAKAN
Informasi yang diperoleh dari penelitian akan bermanfaat bagi penentuan kebijakan sehingga daya dukung kebijakan tersebut cukup kuat karena berupa data actual.

4.      MASYARAKAT LUAS
Dengan adanya informasi dari penelitian ilmiah, kehidupan manusia menjadi lebih sempurna dan semakin mudah. Contoh : penemuan listrik, telepon dan televisi.

BAB III
PENUTUP

Didalam penulisan ini terdapat unsur-unsur dan kerangka untuk membuat laporan ilmiah, agar pengetahuan lebih luas tentang laporan ilmiah dan juga bisa memahami tentang apa yang dimaksud dalam laporan ilmiah tersebut. Kerangka laporan ilmiah untuk mempermudah untuk memnuat laporan atau karangan ilmiah, dan tentunya ada tata cara untuk membuat laporan ilmiah. Dengan manfaat penyusutan laporan juga bermanfaat dan berguna untuk peneliti untuk menyusun laporan hasil penelitian dengan sebaik-baiknya.



http://rahayutrisnadewi.blogspot.com/2014/06/laporan-ilmiah.html
http://shofidzulfikar41.blogspot.com/2013/05/laporan-ilmiah.html
http://evamariasitorus.blogspot.com/2014/06/laporan-ilmiah.html

soal dan jawaban
1.       Laporan penelitian akan bermanfaat khususnya oleh...
a.       Peneliti
b.      Para ilmuan
c.       Pemerintah
d.      Benar semua *
2.       Kerangka Laporan ilmiah umumnya terdiri dari unsur - unsur sebagai berikut, kecuali...
a.       Halaman Judul
b.      Daftar isi
c.       Prakata
d.      Penutup *
3.    Manfaat penyusunan laporan penelitian bagi peneliti adalah...
a.       Untuk menunjukkan hasil temuannya agar dikenal oleh banyak pihak (ilmuwan, pemerintah serta masyarakat).*
b.      Informasi yang diperoleh dari penelitian akan bermanfaat bagi penentuan kebijakan sehingga daya dukung kebijakan tersebut cukup kuat karena berupa data actual.
c.       Untuk mempermudah peneliti membuat laporan penelitian.
d.      Mendapatkam informasi lebih luas.

4.       Judul utama dari suatu laporan terdiri dari....
a.    Subjek *
b.    Keterangan
c.    Strategi
d.    Laporan

5.       Halaman Judul, biasanya terdiri dari berapa bagian...
a.       
b.      4
c.       2
d.      A dan b benar *

Kamis, 01 Mei 2014

Menulis laporan ilmiah

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Tulisan adalah suatu wadah dari pemikiran dari para penulis, dengan cara berfikir dan menuliskan apa yang berada didalam pikiran penulis. Penulis harus mengerti cara untuk berbahasa yang baik dan benar didalam penulisan untuk menciptakan tulisan yang efektif dan efisien, ada beberapa komponen komponen yang harus diketahui oleh penulis yaitu kemampuan untuk berbahasa, penyajian yang benar, dan keterampilan untuk mengerti apa yang ingin penulis sampaikan.
 Menulis laporan ilmiah butuh bahasa baku yang jelas untuk bisa dipahami oleh para pembaca oleh karena itu penulis harus mempunyai kemampuan untuk bisa membuat pembaca memahami apa tujuan yang dijelaskan dalam laporan ilmiah da juga karangan ilmiah, untuk menulis laporan ilmiah terdapat persyaratan yang harus dilakukan oleh penulis.

    
1.2   Rumusan Masalah
1.      Apa saja macam-macam laporan?
2.      Apa saja ciri dari laporan?
3.      Persyaratan apa saja yang harus diketahui pembuat laporan?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui macam-macam laporan.
2.      Untuk mengetahui ciri-ciri dari laporan.
3.      Untukmengetahui persyaratan bagi pembuat laporan.






BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1 Macam-macam Laporan
            Laporan adalah penyampaian informasi dari petugas/ pejabat tertentu kepada petugas / pejabat tertentu dalam suatu system administrasi Isi dari laporan : Laporan berisi fakta dan data mengenai penelitian, pengamatan, percobaan, pengalaman, dan sebagainya yang diramu menjadi informasi untuk disampaikan kepada pihak lain.
       Macam-macam laporan adalah sebagai berikut :
1.      Laporan Ilmiah
Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993). Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.

2.      Laporan Teknis
Laporan tentang hal teknis penyelenggaraan kegiatan suatu badan atau instansi.Laporan teknis mengandung data obyektif tentang sesuatu.data obyektif dalam laporan teknis itu juga mengandung sifat ilmiah,tetapi segi kepraktisannya lebih menonjol.sehingga yang dimaksud dengan laporan teknis adalah suatu pemberitahuan tentang tanggung jawab yang dipercayakan,dari si pelapor (perseorangan,tim,badan,atau instansi) kepada si penerima laporan tentang teknis penyelenggaraan suatu kegiatan (E.Zaenal Arifin,1993).Dan menurut Muljanto Sumardi (1982) Dalam laporan teknik manusia menggunakan bahasa tulis untuk mengkomunikasikan gagasan,paham,serta hasil pemikiran dan penelitian.

2.2 Ciri-ciri Laporan
1.      Obyektif
Laporan bersifat sangat obyektif. Yang dimaksud obyektif adalah dalam hal menyampaikan fakta. Pernyataan yang dibuat harus berdasarkan kenyataan. Kesimpulan dan rekomendasi yang diajukan harus disertai dengan bukti yang spesifik dan harus menghindari pendapat atau prasangka pribadi. Jika fakta menunjukkan A maka harus dilaporkan A tanpa tendensi apapun.
2.      Bahasa formal
Bahasa yang digunakan dalam menulis laporan adalah bahasa formal yang baik, jelas, dan teratur. Yang dimaksud bahasa formal adalah bahasa baku yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa baku yang terdapat dalam EYD. Penyusunan paragraf, kalimat, pemilihan kata, hingga tanda baca yang digunakan harus tepat dan dari segi sintaksisnya bahasanya teratur. Kata ganti orang harus dihindari. Titik berat dan tekanannya tidak berdasarkan pendapat penyaji data, tetapi berdasarkan fakta.
3.      Sistematis
Laporan harus benar sistematikanya. Judul, subjudul, sub-sub judul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang matang. Bagian-bagian dari laporan seperti pendahuluan, isi, dan kesimpulan harus disusun secara berurutan. Hal ini dilakukan supaya pembaca mudah mengerti isi dari laporan tersebut.
4.      Dibuat atas permintaan
Laporan biasanya dibuat atas permintaan dari pihak-pihak tertentu. Laporan ini dibuat sebagai pertanggungjawaban atas apa yang sudah dilakukan. Laporan seperti ini biasanya merupakan laporan panjang atau pendek, tergantung dari kebutuhannya. Tetapi ada kalanya seseorang membuat laporan atas prakarsa diri sendiri.
5.      Pembacanya tertentu
Laporan disusun berdasarkan bidang-bidang atau sub-sub bidang tertentu, juga dibuat berdasarkan permintaan pihak-pihak tertentu. Hal ini menyebabkan secara otomatis pembaca dari suatu laporan terbatas pada kalangan tertentu, tergantung dari kebutuhan pembaca terhadap laporan tersebut. Misalnya, laporan tentang keuangan perusahaan. Tentu saja hal ini tidak dapat dipublikasikan kepada semua pihak karena ini masalah intern perusahaan. Yang mengetahui mungkin hanya direktur keuangan, bagian keuangan, dan direktur utama atau dapat dikatakan hanya orang yang berhubungan langsung dengan manajemen keuangan perusahaan.


2.3 Persyaratan Bagi Pembuat Laporan
          persyaratan bagi pembuat laporan ilmiah itu sama seperti bagi penulis karya tulis ilmiah lainnya, yaitu sebagai berikut.

1.      Memiliki pengetahuan tangan pertama tentang hal yang dilaporkan. Sering kali pengetahuan tangan pertama itu perlu dilengkapi dengan pengetahuan dan pengalaman orang lain.

2.      Memiliki sifat tekun dan teliti. Laporan yang baik tidak meninggalkan pertanyaan tak terjawab bagi pembacanya. Semua kesimpulan yang dapat ditarik dan pernyataan-pernyataan umum harus dibuat secara tepat. Bila ada hal-hal yang tak lengkap, ia harus menyebutkan kekurangan-kekurangan itu dan apa sebabnya. Semua fakta harus dicocokkan ulang. Satu kali saja pembaca laporan menemukan pernyataan salah, ia akan meragukan isi seluruh laporan. Pernyataan yang meragukan lebih baik dibuang saja, atau dijelaskan bahwa meragukan. Data yang meyakinkan tidak boleh dibuang.


3.      Bersifat objektif. Pernyataan yang dibuat harus menurut kenyataan; kesimpulan dan rekomendasi dibenarkan oleh kenyataan, walaupun konklusi dan rekomendasi itu berlawanan dengan yang diharapkan, bahkan dapat berakibat merugikan bagi dirinya sendiri. Pembuat laporan itu seperti sebuah ‘mesin pemikir’, yaitu bekerja tanpa nafsu dan prasangka yang dapat mengelirukan pengertiannya atau pernyataannya tentang fakta.

4.      Kemampuan untuk menganalisis dan menyamaratakan. Laporan itu adalah sebuah analisis. Pembuat laporan membagi-bagi subjek, memperlihatkan bagian-bagian yang berbeda, dan menunjukkan kaitannya satu dengan yang lain. Berdasarkan uraian itulah dengan cara induktif ia sampai kepada kesimpulan. Pelapor tidak boleh membuat  kesamarataan berdasarkan beberapa data saja, atau membuang data yang ia anggap tidak mendukung konklusi yang diharapkannya, padahal data itu tidak meragukan.

5.      Kemampuan mengatur fakta secara sistematis. Penyajian laporan itu tidak harus diatur sistematis, mantik, supaya pembacanya tidak meragukan tentang suatu perencanaan dan penalarannya.

6.      Pengertian akan kebutuhan pembaca. Laporan itu disajikan untuk dibaca oleh seseorang atau beberapa orang (tim) yang spesifik. Apa yang dilaporkan, apa yang dibuang, istilah apa yang akan dipakai, apa yang dapat dianggap sebagai sudah semestinya, apa yang memerlukan lukisan dan penjelasan serta bagaimana menyusunnya, semuanya itu tergantung pembacanya.



BAB 3
PENUTUP

Laporan ilmiah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu. Didalam laporan ilmiah ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan oleh pembuat laporan,maka pembuat laporan harus nisa menyusun laporan sesuai dengan persyaratan yang sudah dijelaskan. Laporan ilmiah bermacam-macam dan mempunyai ciri-ciri tersendiri.


1.      Apa saja ciri-ciri dari laporan, kecuali.....
a.      Obyektif.
b.      Sistematis.
c.       Bahasa formal.
d.      Bahasa tersendiri. *

2.      Apa yang dimaksud dengan laporan obyektif ....
a.      Laporan dalam hal menyampaikan fakta secara jelas dan kenyataan. *
b.      Laporan dengan menggunakan  bahasa baku yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa baku yang benar.
c.       Laporan ini dibuat sebagai pertanggung jawaban atas apa yang sudah dilakukan.
d.      Laporan yang tidak ada keterangan secara fakta.

3.      Apa yang dimaksud dengan laporan sistematis ....
a.      Laporan dalam hal menyampaikan fakta secara jelas dan kenyataan.
b.      Laporan dengan menggunakan  bahasa baku yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa baku yang benar.
c.       Laporan ini dibuat sebagai pertanggung jawaban atas apa yang sudah dilakukan.
d.      Judul, subjudul, sub-sub judul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang matang.*

4.      Apa yang dimaksud dengan laporan bahasa formal ....
a.      Laporan dalam hal menyampaikan fakta secara jelas dan kenyataan.
b.      Laporan dengan menggunakan  bahasa baku yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa baku yang benar.*
c.       Laporan ini dibuat sebagai pertanggung jawaban atas apa yang sudah dilakukan.
d.      Judul, subjudul, sub-sub judul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang matang.

5.      Apa saja peersyaratan untuk pembuatan laporan, kecuali...
a.      Memiliki sifat tekun dan teliti.
b.      Bersifat obyektif,
c.       Bersifat formal.
d.      Kemampuan untuk menganalisis. *

Daftar Pusaka :