Kamis, 05 Juni 2014

pokok bahasan laporan ilmiah

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang

Laporan adalah suatu sarana penyampaian informasi yang berupa pengetahuan atau gagasan dari seseorang, dalam laporan terbagi menjadi dua bentuk yaitu bentuk tulisan dan lisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu. Laporan yang akan di bahas di penulisan ini adalah unsur-unsur kerangka laporan dan manfaat laporan penelitian, untuk mengetahui dan memperdalam cara pembuatan suatu laporan ilmiah yang baik dan benar.

1.2   Rumusan Masalah
1.       Apa saja unsur-unsur kerangka laporan ilmiah?
2.       Apa saja manfaat laporan penelitian?

1.3   Tujuan
1.       Untuk mengetahui apa saja unsur-unsur kerangka laporan.
2.       Mengetahui manfaat-manfaat dari laporan penelitian.


BAB 2
LANDASAN TEORI


2.1   Unsur-unsur kerangka laporan
Kerangka Laporan ilmiah umumnya terdiri dari unsur - unsur sebagai berikut :
a.       Halaman Judul, biasanya terdiri dari 3 atau 4 bagian yang disusun dari atas kebawah sebagai berikut :
1.       judul laporan terdiri terutama subjek, atau didahului dengan ' Laporan tentang' , 'Laporan Kemajuan tentang','Laporan Tahunan tentang','Penelitian tentang' dan sebagainya. Judul laporan berbeda dari judul buku.

contoh judul laporan :
Laporan tentang
STRATEGI PEMASARAN YANG DILAKUKAN PT MITRA 10
di daerah
DEPOK

2.         Nama dan identitas penerima laporan
 Unsur ini tidak selalu ditulis. Jika ditulis, maka sebelumnya didahului dengan kata-kata 'Diserahkan kepada'. Jika penerima laporan memiliki kedudukan resmi, tulislah kedudukan itu. Contoh :

Diserahkan kepada
Prof.Dr. Satrio Putro, Direktur
Perencanaan Lingkungan Hidup

3.       Nama dan identitas penulis
Sebelum nama penulis biasanya didahului dengan perkataan 'Oleh' dan diikuti oleh gelar. Contoh:
 Oleh
Purnawarman
Insinyur Konsultan

dan

Priambudi Laksono
Insinyur Perencana

4.        Tempat dan tanggal
Dibagian bawah halaman ditulis tempat dan tanggal dalam 2 baris terpisah, contoh :

Mataram, N.T.B
20 Maret 1999

contoh hasil laporan yang disatukan :

Laporan tentang

STRATEGI PEMASARAN YANG DILAKUKAN PT MITRA 10
di daerah
DEPOK


Diserahkan kepada
Prof.Dr. Satrio Putro, Direktur
Perencanaan Lingkungan Hidup
di Jakarta




Oleh
Purnawarman
Insinyur Konsultan

dan

Priambudi Laksono
Insinyur Perencana

Mataram, N.T.B. 20 Maret 1999
Sumber : Penulisan Karangan Ilmiah, D.Brotowidjoyo, Mukayat, Juni,2010, Akademi Pressindo

b. Daftar Isi.
c. Prakata.
d. Pendahuluan.
e. Teks Pokok dalam Tubuh Karangan.
f. Pengutipan.
g. Referensi.
h. Catatan Kaki.
i. Tabel,Grafik,Bagan,dan Gambar.
j. Bibliografi.
k. Lampiran.
l. Indeks.


 2.2 MANFAAT PENYUSUNAN LAPORAN

Peneliti haruslah menyusun laporan hasil penelitian dengan sebaik-baiknya. Laporan penelitian akan bermanfaat khususnya bagi pihak-pihak sebagai berikut :



1.      PENELITI
Manfaat penyusunan laporan penelitian bagi peneliti adalah :

·         Merupakan bukti bahwa peneliti telah menemukan sesuatu.
·         Untuk menunjukkan hasil temuannya agar dikenal oleh banyak pihak (ilmuwan, pemerintah serta masyarakat).
·         Membuat hasil penelitian menjadi lebih bermakna.

2.      PARA ILMUWAN
Dengan penemuan melalui penelitian, khasanah ilmu pengetahuan akan bertambah luas. Penambahan ilmu berarti bertambah pula tempat berpijak bagi mereka dalam mengembangkan pengetahuan lebih lanjut.

3.      PEMERINTAH, BIROKRAT DAN PENGAMBIL KEBIJAKAN
Informasi yang diperoleh dari penelitian akan bermanfaat bagi penentuan kebijakan sehingga daya dukung kebijakan tersebut cukup kuat karena berupa data actual.

4.      MASYARAKAT LUAS
Dengan adanya informasi dari penelitian ilmiah, kehidupan manusia menjadi lebih sempurna dan semakin mudah. Contoh : penemuan listrik, telepon dan televisi.

BAB III
PENUTUP

Didalam penulisan ini terdapat unsur-unsur dan kerangka untuk membuat laporan ilmiah, agar pengetahuan lebih luas tentang laporan ilmiah dan juga bisa memahami tentang apa yang dimaksud dalam laporan ilmiah tersebut. Kerangka laporan ilmiah untuk mempermudah untuk memnuat laporan atau karangan ilmiah, dan tentunya ada tata cara untuk membuat laporan ilmiah. Dengan manfaat penyusutan laporan juga bermanfaat dan berguna untuk peneliti untuk menyusun laporan hasil penelitian dengan sebaik-baiknya.



http://rahayutrisnadewi.blogspot.com/2014/06/laporan-ilmiah.html
http://shofidzulfikar41.blogspot.com/2013/05/laporan-ilmiah.html
http://evamariasitorus.blogspot.com/2014/06/laporan-ilmiah.html

soal dan jawaban
1.       Laporan penelitian akan bermanfaat khususnya oleh...
a.       Peneliti
b.      Para ilmuan
c.       Pemerintah
d.      Benar semua *
2.       Kerangka Laporan ilmiah umumnya terdiri dari unsur - unsur sebagai berikut, kecuali...
a.       Halaman Judul
b.      Daftar isi
c.       Prakata
d.      Penutup *
3.    Manfaat penyusunan laporan penelitian bagi peneliti adalah...
a.       Untuk menunjukkan hasil temuannya agar dikenal oleh banyak pihak (ilmuwan, pemerintah serta masyarakat).*
b.      Informasi yang diperoleh dari penelitian akan bermanfaat bagi penentuan kebijakan sehingga daya dukung kebijakan tersebut cukup kuat karena berupa data actual.
c.       Untuk mempermudah peneliti membuat laporan penelitian.
d.      Mendapatkam informasi lebih luas.

4.       Judul utama dari suatu laporan terdiri dari....
a.    Subjek *
b.    Keterangan
c.    Strategi
d.    Laporan

5.       Halaman Judul, biasanya terdiri dari berapa bagian...
a.       3 
b.      4
c.       2
d.      A dan b benar *

Kamis, 01 Mei 2014

Menulis laporan ilmiah

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Tulisan adalah suatu wadah dari pemikiran dari para penulis, dengan cara berfikir dan menuliskan apa yang berada didalam pikiran penulis. Penulis harus mengerti cara untuk berbahasa yang baik dan benar didalam penulisan untuk menciptakan tulisan yang efektif dan efisien, ada beberapa komponen komponen yang harus diketahui oleh penulis yaitu kemampuan untuk berbahasa, penyajian yang benar, dan keterampilan untuk mengerti apa yang ingin penulis sampaikan.
 Menulis laporan ilmiah butuh bahasa baku yang jelas untuk bisa dipahami oleh para pembaca oleh karena itu penulis harus mempunyai kemampuan untuk bisa membuat pembaca memahami apa tujuan yang dijelaskan dalam laporan ilmiah da juga karangan ilmiah, untuk menulis laporan ilmiah terdapat persyaratan yang harus dilakukan oleh penulis.

    
1.2   Rumusan Masalah
1.      Apa saja macam-macam laporan?
2.      Apa saja ciri dari laporan?
3.      Persyaratan apa saja yang harus diketahui pembuat laporan?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui macam-macam laporan.
2.      Untuk mengetahui ciri-ciri dari laporan.
3.      Untukmengetahui persyaratan bagi pembuat laporan.






BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1 Macam-macam Laporan
            Laporan adalah penyampaian informasi dari petugas/ pejabat tertentu kepada petugas / pejabat tertentu dalam suatu system administrasi Isi dari laporan : Laporan berisi fakta dan data mengenai penelitian, pengamatan, percobaan, pengalaman, dan sebagainya yang diramu menjadi informasi untuk disampaikan kepada pihak lain.
       Macam-macam laporan adalah sebagai berikut :
1.      Laporan Ilmiah
Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993). Dan menurut Nafron Hasjim & Amran Tasai (1992) Karangan ilmiah adalah tulisan yang mengandung kebenaran secara obyektif karena didukung oleh data yang benar dan disajikan dengan penalaran serta analisis yang berdasarkan metode ilmiah.

2.      Laporan Teknis
Laporan tentang hal teknis penyelenggaraan kegiatan suatu badan atau instansi.Laporan teknis mengandung data obyektif tentang sesuatu.data obyektif dalam laporan teknis itu juga mengandung sifat ilmiah,tetapi segi kepraktisannya lebih menonjol.sehingga yang dimaksud dengan laporan teknis adalah suatu pemberitahuan tentang tanggung jawab yang dipercayakan,dari si pelapor (perseorangan,tim,badan,atau instansi) kepada si penerima laporan tentang teknis penyelenggaraan suatu kegiatan (E.Zaenal Arifin,1993).Dan menurut Muljanto Sumardi (1982) Dalam laporan teknik manusia menggunakan bahasa tulis untuk mengkomunikasikan gagasan,paham,serta hasil pemikiran dan penelitian.

2.2 Ciri-ciri Laporan
1.      Obyektif
Laporan bersifat sangat obyektif. Yang dimaksud obyektif adalah dalam hal menyampaikan fakta. Pernyataan yang dibuat harus berdasarkan kenyataan. Kesimpulan dan rekomendasi yang diajukan harus disertai dengan bukti yang spesifik dan harus menghindari pendapat atau prasangka pribadi. Jika fakta menunjukkan A maka harus dilaporkan A tanpa tendensi apapun.
2.      Bahasa formal
Bahasa yang digunakan dalam menulis laporan adalah bahasa formal yang baik, jelas, dan teratur. Yang dimaksud bahasa formal adalah bahasa baku yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa baku yang terdapat dalam EYD. Penyusunan paragraf, kalimat, pemilihan kata, hingga tanda baca yang digunakan harus tepat dan dari segi sintaksisnya bahasanya teratur. Kata ganti orang harus dihindari. Titik berat dan tekanannya tidak berdasarkan pendapat penyaji data, tetapi berdasarkan fakta.
3.      Sistematis
Laporan harus benar sistematikanya. Judul, subjudul, sub-sub judul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang matang. Bagian-bagian dari laporan seperti pendahuluan, isi, dan kesimpulan harus disusun secara berurutan. Hal ini dilakukan supaya pembaca mudah mengerti isi dari laporan tersebut.
4.      Dibuat atas permintaan
Laporan biasanya dibuat atas permintaan dari pihak-pihak tertentu. Laporan ini dibuat sebagai pertanggungjawaban atas apa yang sudah dilakukan. Laporan seperti ini biasanya merupakan laporan panjang atau pendek, tergantung dari kebutuhannya. Tetapi ada kalanya seseorang membuat laporan atas prakarsa diri sendiri.
5.      Pembacanya tertentu
Laporan disusun berdasarkan bidang-bidang atau sub-sub bidang tertentu, juga dibuat berdasarkan permintaan pihak-pihak tertentu. Hal ini menyebabkan secara otomatis pembaca dari suatu laporan terbatas pada kalangan tertentu, tergantung dari kebutuhan pembaca terhadap laporan tersebut. Misalnya, laporan tentang keuangan perusahaan. Tentu saja hal ini tidak dapat dipublikasikan kepada semua pihak karena ini masalah intern perusahaan. Yang mengetahui mungkin hanya direktur keuangan, bagian keuangan, dan direktur utama atau dapat dikatakan hanya orang yang berhubungan langsung dengan manajemen keuangan perusahaan.


2.3 Persyaratan Bagi Pembuat Laporan
          persyaratan bagi pembuat laporan ilmiah itu sama seperti bagi penulis karya tulis ilmiah lainnya, yaitu sebagai berikut.

1.      Memiliki pengetahuan tangan pertama tentang hal yang dilaporkan. Sering kali pengetahuan tangan pertama itu perlu dilengkapi dengan pengetahuan dan pengalaman orang lain.

2.      Memiliki sifat tekun dan teliti. Laporan yang baik tidak meninggalkan pertanyaan tak terjawab bagi pembacanya. Semua kesimpulan yang dapat ditarik dan pernyataan-pernyataan umum harus dibuat secara tepat. Bila ada hal-hal yang tak lengkap, ia harus menyebutkan kekurangan-kekurangan itu dan apa sebabnya. Semua fakta harus dicocokkan ulang. Satu kali saja pembaca laporan menemukan pernyataan salah, ia akan meragukan isi seluruh laporan. Pernyataan yang meragukan lebih baik dibuang saja, atau dijelaskan bahwa meragukan. Data yang meyakinkan tidak boleh dibuang.


3.      Bersifat objektif. Pernyataan yang dibuat harus menurut kenyataan; kesimpulan dan rekomendasi dibenarkan oleh kenyataan, walaupun konklusi dan rekomendasi itu berlawanan dengan yang diharapkan, bahkan dapat berakibat merugikan bagi dirinya sendiri. Pembuat laporan itu seperti sebuah ‘mesin pemikir’, yaitu bekerja tanpa nafsu dan prasangka yang dapat mengelirukan pengertiannya atau pernyataannya tentang fakta.

4.      Kemampuan untuk menganalisis dan menyamaratakan. Laporan itu adalah sebuah analisis. Pembuat laporan membagi-bagi subjek, memperlihatkan bagian-bagian yang berbeda, dan menunjukkan kaitannya satu dengan yang lain. Berdasarkan uraian itulah dengan cara induktif ia sampai kepada kesimpulan. Pelapor tidak boleh membuat  kesamarataan berdasarkan beberapa data saja, atau membuang data yang ia anggap tidak mendukung konklusi yang diharapkannya, padahal data itu tidak meragukan.

5.      Kemampuan mengatur fakta secara sistematis. Penyajian laporan itu tidak harus diatur sistematis, mantik, supaya pembacanya tidak meragukan tentang suatu perencanaan dan penalarannya.

6.      Pengertian akan kebutuhan pembaca. Laporan itu disajikan untuk dibaca oleh seseorang atau beberapa orang (tim) yang spesifik. Apa yang dilaporkan, apa yang dibuang, istilah apa yang akan dipakai, apa yang dapat dianggap sebagai sudah semestinya, apa yang memerlukan lukisan dan penjelasan serta bagaimana menyusunnya, semuanya itu tergantung pembacanya.



BAB 3
PENUTUP

Laporan ilmiah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu. Didalam laporan ilmiah ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan oleh pembuat laporan,maka pembuat laporan harus nisa menyusun laporan sesuai dengan persyaratan yang sudah dijelaskan. Laporan ilmiah bermacam-macam dan mempunyai ciri-ciri tersendiri.


1.      Apa saja ciri-ciri dari laporan, kecuali.....
a.      Obyektif.
b.      Sistematis.
c.       Bahasa formal.
d.      Bahasa tersendiri. *

2.      Apa yang dimaksud dengan laporan obyektif ....
a.      Laporan dalam hal menyampaikan fakta secara jelas dan kenyataan. *
b.      Laporan dengan menggunakan  bahasa baku yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa baku yang benar.
c.       Laporan ini dibuat sebagai pertanggung jawaban atas apa yang sudah dilakukan.
d.      Laporan yang tidak ada keterangan secara fakta.

3.      Apa yang dimaksud dengan laporan sistematis ....
a.      Laporan dalam hal menyampaikan fakta secara jelas dan kenyataan.
b.      Laporan dengan menggunakan  bahasa baku yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa baku yang benar.
c.       Laporan ini dibuat sebagai pertanggung jawaban atas apa yang sudah dilakukan.
d.      Judul, subjudul, sub-sub judul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang matang.*

4.      Apa yang dimaksud dengan laporan bahasa formal ....
a.      Laporan dalam hal menyampaikan fakta secara jelas dan kenyataan.
b.      Laporan dengan menggunakan  bahasa baku yang sesuai dengan kaidah penulisan bahasa baku yang benar.*
c.       Laporan ini dibuat sebagai pertanggung jawaban atas apa yang sudah dilakukan.
d.      Judul, subjudul, sub-sub judul, disusun dan diatur dengan perencanaan yang matang.

5.      Apa saja peersyaratan untuk pembuatan laporan, kecuali...
a.      Memiliki sifat tekun dan teliti.
b.      Bersifat obyektif,
c.       Bersifat formal.
d.      Kemampuan untuk menganalisis. *

Daftar Pusaka :

Rabu, 30 April 2014

Karangan Ilmiah 2

BAB1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Tulisan adalah suatu wadah dari pemikiran dari para penulis, dengan cara berfikir dan menuliskan apa yang berada didalam pikiran penulis. Penulis harus mengerti cara untuk berbahasa yang baik dan benar didalam penulisan untuk menciptakan tulisan yang efektif dan efisien,  untuk membuat suatu karangan ilmiah yang harus rinci dan jelas apa yang dimaksud oleh penulis.
Karangan ilmiah adalah suatu bentuk publikasi ilmiah yang berisi tentang gagasan-gagasan dalam permasalahan yang dituangkan dalam sebuah tulisan dengan sistematika tertentu dan memiliki karakteristik keilmuan dan memenuhi syarat keilmuan. Biasanya karya tulis ilmiah adalah berupa paparan tulisan hasil penelitian.
Secara akademik SKRIPSI, TESIS DAN DISERTASI memiliki persamaan yaitu merupakan dokumen tertulis yang merupakan tugas akhir para mahasiswa, mengikuti kaidah penulisan yang baku dan sistematis, dan menggunakan metode ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan di depan dosen pembimbing dan penguji.  Skripsi adalah  Tugas akhir jenjang sarjana (S1),  Tesis adalah Tugas akhir jenjang Magister (S2) . Sedangkan Disertasi (S3) merupakan Tugas akhir jenjang Doktor (S3, jenjang tertinggi akademik).  Skripsi adalah tugas akhir calon sarjana dengan level sebagai peneliti pemula atau pembelajaran menjadi peneliti, dimana bobot penelitian dan ketajaman analisis paling rendah dibandingkan dengan Tesis atau Disertasi.

1.2 Rumusan Masalah
            1. Apa yang dimaksud dengan skripsi, tesis dan disertasi?
            2. Apa yang dimaksud dengan karangan ilmiah populer?

1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui penjelasan tentang skripsi, tesis dan disertasi dan mengetahui juga perbedaannya.
2.      Untuk mengetahui yang dimaksud dengan karangan ilmiah populer.

BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1  Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau studi kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidangstudinya sebagai tugas akhir dalam studi formalnya di Perguruan Tinggi. Skripsi dalam dunia pendidikan berarti suatu hasil penyusunan tulisanilmiah yang telah dibuktikan kebenarannya berdasarkan data - data yang telahdikumpulkan dan tentunya data yang dikumpulkan diolah untuk kemudianmenjadi data yang valid sebagai bahan acuan buat membuktikan kebenaran suatutulisan tersebut.
Skripsi adalah laporan tertulis hasil penelitian yang dilakukan olehmahasiswa dengan bimbingan Dosen Pembimbing Skripsi untuk dipertahankan dihadapan Penguji Skripsi sebagai syarat untuk memperoleh derajat Sarjana Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian yangdilakukan oleh seorang mahasiswa sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar sarjana. Berdasarkan definisi awam yang dirumuskan skripsi mengandung komponen pengertian berikut : Karya tulis, Ilmiah, Hasil Penelitian, Dilakukanoleh mahasiswa, Berkualifikasi sarjana(Rahyono Fx, 2010:23).

     Tesis adalah salah satu karya ilmiah tertulis yang disusun mahasiswa secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis. Tesis adalah pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen-argumen untuk dikemukakan, merupakan hasil dari studi yang sistematis atas masalah, tesis mengandung metode pengumpulan, analisis dan pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan serta mengajukan rekomendasi. Tesis adalah karya ilmiah yang disyaratkan untuk lulus pendidikan jenjang S2.

     Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalammenyelesaikan Program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yangbersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalamsalah satu disiplin Ilmu Pendidikan.


2.2   Karangan Ilmiah Populer

Menurut Liang Gee (dalam Dalman, 2012: 155) karangan ilmiah populer adalah semacam karangan ilmiah yang mencakup ciri-ciri karangan ilmiah, yaitu menyajikan fakta-fakta secara cermat, jujur, netral, dan sistematis, sedangkan pemaparannya jelas, ringkas, dan tepat.
 Karangan ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Ciri-ciri karangan ilmiah popular:
1.      ditulis berdasarkan fakta pribadi,
2.       fakta yang disimpulkan subyektif,
3.      gaya bahasa formal dan popular,
4.      mementingkan diri penulis,
5.      melebihkan-lebihkan sesuatu,
6.      usulan-usulan bersifat argumentatif, dan
7.      bersifat persuasif.

2.3  Jurnal

Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan . Bila dikaitkan dengan kata ilmiah di belakang kata jurnal dapat terbitan berarti berkala yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang saat diterbitkan.
Jurnal ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala. (Hakim, 2012)

Jurnal ilmiah wajib memenuhi persyaratan administratif sebagai berikut :

1.      Memiliki International Standard Serial Number (ISSN).
2.      Memiliki mitra bestari paling sedikit 4 (empat) orang.
3.      Diterbitkan secara teratur dengan frekuensi paling sedikit dua kali dalam setahun, kecuali majalah ilmiah dengan cakupan keilmuan spesialisasi dengan frekuensi satu kali dalam satu tahun.
4.      Bertiras tiap kali penerbitan paling sedikit berjumlah 300 eksemplar, kecuali majalah ilmiah yang menerbitkan sistem jurnal elektronik (e-journal) dan majalah ilmiah yang menerapkan sistem daring (online) dengan persyaratan sama dengan persyaratan majalah ilmiah tercetak.
5.      Memuat artikel utama tiap kali penerbitan berjumlah paling sedikit 5 (lima), selain dapat ditambahkan dengan artikel komunikasi pendek yang dibatasi paling banyak 3 (tiga) buah.


BAB 3
PENUTUP


         Secara akademik SKRIPSI, TESIS DAN DISERTASI memiliki persamaan yaitu merupakan dokumen tertulis yang merupakan tugas akhir para mahasiswa, mengikuti kaidah penulisan yang baku dan sistematis, dan menggunakan metode ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan di depan dosen pembimbing dan penguji.  Skripsi adalah  Tugas akhir jenjang sarjana (S1),  Tesis adalah Tugas akhir jenjang Magister (S2) . Sedangkan Disertasi (S3) merupakan Tugas akhir jenjang Doktor (S3, jenjang tertinggi akademik).  Skripsi adalah tugas akhir calon sarjana dengan level sebagai peneliti pemula atau pembelajaran menjadi peneliti, dimana bobot penelitian dan ketajaman analisis paling rendah dibandingkan dengan Tesis atau Disertasi.

1.      Apa yang dimaksud dengan skripsi...
a.      karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau studi kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidangstudinya sebagai tugas akhir. *
b.      karangan ilmiah yang mencakup ciri-ciri karangan ilmiah, yaitu menyajikan fakta-fakta secara efektif dan efisien
c.       karya ilmiah tertulis yang disusun mahasiswa secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis.
d.      karya ilmiah yang disyaratkan untuk lulus pendidikan perguruan tinggi.

2.      Apa yang dimaksud dengan Tesis...
a.      karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan  Pendidikanya
b.      karya ilmiah tertulis yang disusun mahasiswa secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis. *
c.       karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalammenyelesaikan Program ilmu pendidikan
d.      karya ilmiah yang disyaratkan untuk lulus pendidikan perguruan tinggi.

3.      Perbedaan dari skripsi, tesis dan disertasi....
a.      Skripsi untuk tugas akhir jenjang sarjana (S1), Tesis tugas akhir sarjana (D3), Disertasi tugas akhir sarjana (S3)
b.      Skripsi untuk tugas akhir jenjang sarjana (S1), Tesis tugas akhir sarjana (S1), Disertasi tugas akhir sarjana (D3)
c.       Skripsi untuk tugas akhir jenjang sarjana (S1), Tesis tugas akhir sarjana (S2), Disertasi tugas akhir sarjana (S3). *
d.      Skripsi untuk tugas akhir jenjang sarjana (S1), Tesis tugas akhir sarjana (D3), Disertasi tugas akhir sarjana (S2)

4.      Ciri-ciri karangan ilmiah populer adalah, kecuali...
a.      ditulis berdasarkan fakta pribadi
b.       fakta yang disimpulkan subyektif
c.       gaya bahasa formal dan popular
d.      ditulis dengan menggunakan penelitian. *
5.      Pengertian dari disertasi adalah...
a.      bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalamsalah satu disiplin Ilmu Pendidikan .*
b.      karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan  Pendidikanya
c.       karya ilmiah tertulis yang disusun mahasiswa secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan bahan kajian akademis.
d.      terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan.

           
Daftar Pusaka :